Buat orang awam Bali mungkin bukanlah penghasil band metal yang cukup produktif, cukup asing rasanya kalau kita harus mengenalkan sebuah band metal dari Bali. Tapi diantara semua keasingan itu tetap muncul beberapa nama lama dan baru yang bahu membahu buat tetap menjaga varian musik yang lahir dari salah satu pulau paling indah di Indoensia ini. Mungkin nama pertama yang bakal tersebut adalah Parau (terbentuk di 2002) dan nama berikutnya jelas adalah Trojan.

Unit death metal yang mulai melanglang buana sejak tahun 2007 ini, boleh dibilang cukup produktif untuk berkarya,dua album dan satu buah EP telah mereka lahirkan. Dan sekarang bersenjatakan Imaginarium of Murder, salah satu finalis dari Wacken Metal Battle (2017 & 2018) ini berusaha merambah ke akbum ketiga. Album yang katanya bakal membawa harapan untuk berkembang menjadi virus yang lebih mematikan daripada dua album sebelumnya.

Imaginarium of Murder sendiri adalah sebuah single kaya distorsi yang bertenaga. Kuat, menghentak namun tetap memanjakan (abaikan saja celoteh di luar sana yang kerap membandingkan band ini dengan Meshuggah atau Whitechapel di era album The Somatic Defilement). Trojan punya warnanya sendiri, warna yang sudah mereka rajut sejak album pertama dan terus tumbuh cerah di single mereka ini. Kalau dibilang single ini sebagai pengobat dahaga untuk gaharnya suara gitar bersenar delapan ala Trojan, single ini jelas cukup mumpuni untuk predikat tersebut.  Dan kalau dibilang sebagai jembatan penghubung untuk kejutan yang bakal mereka ledakkan nantinya di album ketiga, Imaginarium of Murder adalah sumbu panjang yang cukup sukses memantik hasrat tak sabar akan getaran getaran baru dari Trojan.