I Love You 3000, satu kalimat yang bisa berarti dua hal bila disebutkan sekarang, yang pertama jelas line dari film fenomenal Avengers Endgame, yang satu lagi tak lain tak bukan adalah satu lagu yang mendadak melambungkan nama Stephanie Poetri.

Kalo yang pertama mengandalkan banyak nama besar di baliknya, hal ini jelas tidak berlaku untuk pengertian kedua. Nama yang cukup antah berantah itu perlahan menyeruak, menjadikan lagu ini salah satu playlist andalan yang sering muncul di stories banyak manusia-manusia Indonesia. Sensasinya tidak berhenti sampai di situ saja, chart radio, sampai trending di YouTube, jadi beberapa pencapaian digital lagu yang satu ini.

I Love You 300 boleh dibilang salah satu single komplit buat diedarkan di Indonesia, aransesmen sederhana yang mudah dicerna dipadukan dengan lirik (yang walaupun berbahasa Inggris) sangat mudah untuk dinyanyikan jadi dua alasan pembuka yang bisa membuat lagu ini membebaskan anggapan cuma nebeng dari Avengers. Membahas cinta sebagai jualan utamanya, lirik demi lirik dinyanyikan Stephanie dengan sangat manis, membuat tidak sedikit dari kita yang langsung berharap punya kesempatan buat menyanyikan I Love You 3000 di hari spesial pernikahan nanti.

Perbedaan kental jelas terasa kalau kita harus membandingkan antara I Love You 3000 dan juga Appreciate. Layaknya anak  tertua yang terlalu cepat mempunyai adik, Appreciate yang sebenarnya cukup memikat harus rela dilupakan dan tidak mendapat atensi yang cukup akibat I Love You 3000. Tapi toh ya sudahlah kedua lagu ini jelas cukup menguntungkan untuk seorang Stephanie Poetri, baik secara publikasi ataupun finasial. Masalah terbesarnya tinggal apalagi yang bakal disajikannya setelah ini, apakah bisa untuk setidaknya menyamai I Love You 3000, atau di harus puas dengan 16 juta viewer dan hegemoni digital yang sudah didapatnya sekarang.